Ringkasan

Munas dan Temu Kolegial APTIPI 2025 Hasilkan Arah Baru Pendidikan Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan di Indonesia

Munas dan Temu Kolegial APTIPI 2025 Hasilkan Arah Baru Pendidikan Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan di Indonesia

Jatinangor, 31 Oktober 2025 — Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (APTIPI) Indonesia sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) dan Temu Kolegial APTIPI 2025 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Bandung. Mengusung tema “Perkembangan Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan di Indonesia: Integrasi Kurikulum, Penamaan, Capaian Pembelajaran, dan Akreditasi”, kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan program studi, dosen, peneliti, pengelola pendidikan tinggi, serta perwakilan asosiasi profesi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., yang menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghadapi perubahan lanskap pendidikan tinggi, transformasi digital, dan tuntutan akreditasi berbasis mutu.

Dalam sambutannya, Ketua APTIPI Indonesia periode 2024–2027, Muhamad Prabu Wibowo, S.Hum., M.S., Ph.D., menyampaikan bahwa MUNAS 2025 merupakan momentum penting untuk menyatukan arah pengembangan pendidikan tinggi Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan di Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi, kecerdasan artifisial, data digital, serta transformasi kebutuhan dunia kerja menuntut adanya penyelarasan kurikulum, capaian pembelajaran, dan identitas keilmuan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Pada sesi seminar, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sistem akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Drs. Jonner Hasugian, M.Si. dari LAMHUM dan Dr. Rd. Hj. Funny Mustikasari Elita, M.Si. dari LAMSPAK. Kedua narasumber membahas perkembangan kebijakan akreditasi, tantangan pemenuhan standar mutu, serta strategi yang perlu dilakukan oleh program studi Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan dalam menghadapi sistem akreditasi yang semakin kompetitif dan berbasis luaran.

Sesi kedua membahas arah pengembangan kurikulum nasional dengan menghadirkan Prof. Dr. Laksmi, S.S., M.A. dari Universitas Indonesia dan Prof. Dr. Dr. Rahman Mulyawan, Drs., M.Si. dari Universitas Padjadjaran. Diskusi menyoroti kebutuhan penyusunan peta jalan kurikulum nasional yang adaptif terhadap perkembangan kecerdasan artifisial, data, informasi digital, tata kelola arsip elektronik, serta penguatan kompetensi lulusan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan industri.

Selain seminar nasional, MUNAS APTIPI 2025 menghasilkan sejumlah keputusan strategis melalui sidang pleno dan sidang komisi. Delapan komisi APTIPI berhasil menyusun berbagai rekomendasi dan dokumen pengembangan organisasi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, kerja sama, serta penjaminan mutu.

Salah satu capaian penting adalah terbentuknya rumusan Program Educational Objectives (PEO) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Nasional untuk jenjang Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor bidang Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan. Kesepakatan ini menjadi langkah awal menuju harmonisasi kurikulum nasional yang dapat digunakan sebagai rujukan bersama oleh program studi anggota APTIPI di seluruh Indonesia.

Forum juga menyepakati pentingnya integrasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, pembelajaran jarak jauh (PJJ), penguatan literasi data, serta pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam pengembangan kurikulum masa depan. Selain itu, dibahas pula strategi penguatan penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, peningkatan jumlah asesor akreditasi, pengembangan karier dosen, serta perluasan kerja sama nasional dan internasional.

Pada kegiatan Temu Kolegial, peserta turut membahas arah perkembangan nomenklatur program studi yang saat ini berkembang dari Ilmu Perpustakaan menuju Sains Informasi, Manajemen Rekod dan Arsip, serta berbagai bentuk integrasi keilmuan lainnya. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya APTIPI dalam merespons perubahan kebutuhan profesi dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Sebagai wadah kolaborasi nasional, APTIPI juga memperkuat identitas organisasi melalui peluncuran slogan dan salam APTIPI yang disepakati bersama oleh peserta MUNAS. Simbol tersebut diharapkan menjadi representasi semangat kebersamaan, kolaborasi, dan penguatan jejaring akademik antaranggota di seluruh Indonesia.

Kegiatan semakin semarak dengan terselenggaranya Pameran Poster Penelitian, yang menampilkan berbagai hasil penelitian, inovasi, dan praktik baik dari dosen dan peneliti di bidang Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan. Forum ini menjadi ruang jejaring akademik yang mempertemukan berbagai gagasan dan peluang kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Melalui MUNAS dan Temu Kolegial 2025, APTIPI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah koordinasi nasional yang mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan riset, pengembangan profesi, dan harmonisasi kurikulum di bidang Ilmu Perpustakaan, Sains Informasi, dan Kearsipan.

Hasil lengkap sidang komisi, materi seminar, rekomendasi, dan dokumen keputusan MUNAS APTIPI 2025 akan didistribusikan kepada seluruh anggota APTIPI dan menjadi dasar pelaksanaan program kerja organisasi periode 2024–2027.

Kontak Informasi
APTIPI Indonesia

Website: www.aptipi.or.id

Email: sekretariat@aptipi.or.id

Instagram: @aptipiindonesia

Facebook: fb.me/aptipi.indonesia